I’m (NOT) Working at a Bank

Setelah didera pertanyaan kapan lulus, sekarang pertanyaan udah kerja dimana pun dilontarkan oleh hampir seluruh kerabat setiap kali ketemu. Dan ketika pertanyaan ini muncul, gue selalu bingung memilih kata pertama yang harus gue ucapkan – karena pekerjaan gue ini sangat tidak common dan pasti orang akan misinterpretasi.

Ya, jadi sekarang alhamdulillah gue sudah punya pekerjaan yang alhamdulillah nya gue cintai dan so far, selain beban kerja yang kayak kuda ga ada hal lain yang gue keluhkan dengan pekerjaan ini. Gue kerja di World Bank. Dan setiap kali gue jawab itu, semua orang langsung berkomentar, “Oh, jadi orang bank dong yah sekarang!”, atau “Loh kok anak teknik kerja di bank?”, atau lagi “Melenceng dari jurusannya pas dulu kuliah dong yah?”. Sebenernya ga ada yang buruk dengan anak teknik yang kerja di bank. Ya kalo emang passion nya di bank, terus kenapa? Tapi ya masalahnya, gue ga kerja di bank yang seperti itu juga, jadi jatohnya agak risih ketika orang salah mengartikan pekerjaan gue. Dan kalopun iya, pekerjaan gue melenceng dari jurusan gue, kenapa? Toh pada dasarnya kuliah S1 itu pengetahuan yang kita dapetin masih dasar, dan kita masih bisa belajar banyak hal lagi ketika masuk dunia kerja nantinya. So here is my answer to you guys. Gue jelaskan satu per satu yah.

Pertama, iya gue kerja di World Bank, Bank Dunia. World Bank is not a bank in the ordinary sense but a unique partnership to reduce poverty and support development. So, gue tidaklah bekerja di bank kebanyakan. Kedua, posisi gue saat ini adalah lebih seperti konsultan yang kerja di salah satu proyek persampahannya World Bank. Dan yang ketiga, alhamdulillah nya lagi, kerjaan gue sama sekali tidak melenceng dari jurusan gue pas kuliah dulu. Proyek ini ngerancang sistem pengelolaan sampah terpadu skala kota, sama persis kayak TA gue dulu. Kalo dulu pas TA skalanya kampus, sekarang kerja skalanya kota.

Selama kerja ini gue dapetin banyak banget pengalaman. Entah itu, pengetahuan akademik gue bertambah tentang pengelolaan sampah. Ataupun, pelajaran hidup ketemu sama orang pemerintahan dan birokrasinya yang ribet. Betapa sektor persampahan ini segitu tricky nya dan banyak sekali aspek politiknya dari berbagai pihak yang “punya kepentingan”. Mirisnya, ahli2 persampahan internasional ini segitu concern nya to improve solid waste management system di negeri tercinta ini, sementara pihak berwenang disini malah terksesan tutup mata tutup telinga. Sedihnya lagi, ahli persampahan di Indonesia masih langka banget sekarang. The famous one adalah Dosen Mata Kuliah Pengelolaan Sampah gue dulu yang sangat inspiring. Setelah kerja ini, jadi kepikiran kalo nanti dikasih kesempatan buat ngelanjutin sekolah, mungkin bidang ini bisa gue tekuni lebih dalam. Bisa ga yah nanti jadi the next Pak Enri – oh khayalanku super tingkat tinggi…

Ya intinya pekerjaan gue sekarang akan menghasilkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang semoga bisa diterapkan sama Kota yang bersangkutan. Kalo kata temen gue, motto hidup yang cocok buat gue sekarang “sampahmu, rejekiku”. Ya, alhamdulillah… 🙂

One thought on “I’m (NOT) Working at a Bank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *