It still feels surreal for me. Satu minggu sudah, since I set my foot on UK’s ground for the very first time. I’ve never been this far from home. It’s a bit overwhelming and all but I’ll be eternally grateful kepada Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang karena sudah kasih gue an opportunity to pursue this dream.

Ya walaupun tentu aja harus gue akui, expectation beda sama realita ya bok. Alih-alih mendapati sosok laki-laki misterius nan single dan ganteng yang juga berasal dari Indonesia tanah airku tercinta ketika tiba di LBA dan bisa ngebantu gue dengan dua buah koper super duper besar dan berat di hadapan gue–yang pada akhirnya gue geret-geret sendiri, gue ternyata disambut sama dua mahasiswa internasional yang sudah siap sedia arrange penjemputan dan pengantaran gue ke dorm. Ya, khayalan kek itu sih cuma ada di novel-novel teenlit ya bok, irl tak semanis yang diharapkan.

Seminggu pertama di Leeds gue dibombardir dengan sejuta ceklis yang tiada habisnya. Dari mulai registrasi online, bikin student ID, buka bank account, daftar asuransi kesehatan, aktifin IT dan library access, sampai bolak-balik pasar dan supermarket buat memenuhi kebutuhan kamar, dapur, laundry, dan perut. Dan semua itu, dilakukan dengan berjalan kaki. Literally jalan kaki kemanapun, gile, kali aja nanti balik ke rumah ini kaki gue tambah panjang dan tinggi badan bisa nambah berapa cm gitu kali ya.

I know this one will feel like riding on a roller coaster, ada ups and downs nya but once the ride is done ya gue bakal happy aja gitu. Dari mulai jetlag yang mengakibatkan tidur tak nyenyak dan kebangun hampir tiap jam, beli makan diluar mulu yang rata-rata chips beserta aneka junkfood lainnya–at this point bahkan gue yang cinta junkfood ini pada akhirnya pun mulai merasa muak, atau masak indomie terus di dorm, tiap bentar videocall sama keluarga sambil mewek, tiap bentar ngechat teman-teman tercinta buat curhat ini itu, dan tiap keluar rumah menggigil sampe mesti pake jaket setebel-tebel aha. Sampai akhirnyaaa jam tidur pun mulai berangsur normal, segala perabot rumah tangga terpenuhi dan gue mulai bisa eksperimen masak sendiri–at least edible lah ya nggak perlu rasa yang enak banget, bahkan akhirnya gue udah bisa cuma pake kaos keluar rumah–well the cold never bothered me anyway (sambil slam the door di belakang ala Elsa), and the most important thing is I made so many new friends.

Well, I guess this one year studying abroad will be one of the most exciting and challenging times of my life. Thanks to you, LPDP. Dan semoga juga perkuliahan berjalan lancar dan gue nggak depressed.

Selamat kembali jadi anak sekolah, Inad, go give your best shot!

img_9942

When we first dropped our bags on apartment floors
Took our broken hearts put them in a drawer

Taylor Swift - Welcome To New York

#bukannewyork #yangpentingsesuaicontext #aweekago

Can, hari ini kita semua berduka, karena kehilangan sosok anggota keluarga Bhupalaka seperti Pican.

Pican yang selalu siap sedia ketika dimintain pertolongan. Pican yang selalu mau gue repotin setiap dulu ngelab di B3. Pican yang selalu bantu nyariin bahan buat literatur TA. Pican yang selalu bisa diandalkan dalam situasi apapun kapanpun dan dimanapun. Pican yang gaya hidupnya sehat banget, selalu naik sepeda kemana-mana dan suka banget makan sayur, dan selalu marahin gue setiap gue nggak mau makan sayur.

Can, mungkin wisuda kemarin itu momen terakhir kita foto bareng dengan wajah sebahagia ini. Kangen banget ngeliat Pican parkir sepeda di kosan gue dan belajar bareng Geng Belajar Kanayakan lagi, setiap mau uts dan uas. Sekarang personilnya berkurang, karena Pican udah pergi ke rumah Tuhan.IMG_3849Semua yang dateng ke rumah duka hari ini ngelepas Pican dengan penuh air mata dan rasa kehilangan yang segitunya, Can. Kepergian Pican ini ngajarin satu hal penting, kalau hidup di dunia itu harus jadi orang baik dan tulus. Supaya ketika kita pergi suatu hari nanti, semua orang yang sayang sama kita akan peduli. Kaya hari ini… Makasih banyak untuk segala sesuatunya ya, Pican. I wouldnt claim that we’re good friends. Because good friends dont do what I did to you, Can. I abandoned you and couldnt make time to pay a visit when you’re sick. Maaf banget, waktu Pican sakit kemaren gue nggak sempet jenguk, Can. Waktu terakhir chatting, Pican bilang udah mendingan keadaannya. Terus kenapa sekarang perginya tiba-tiba banget, Pican? Tapi pasti Pican pergi dengan tenang dan bahagia kan karena perginya saat berada di pelukan Maminya Pican…

Only the goods die young. Selamat jalan dan semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya ya Pican…

Bhupalaka loves you, but God loves you more, Can. Kalau kata Pipeh, dont forget to ride your bike up there. You surely will be missed, Peter Chandra :'(IMG_3847

Definition of happiness is meeting up with old friends. Catching up all the things we’ve missed and the conversation is still flowing like nothing has changed 🙂

Akan lahir sebentar lagi, ponakan pertama Bhupalaka dari Mami Ayasha!20140711-230049-82849415.jpgSelamat melanjutkan studi S2 dan S3 nya temen-temen. Semoga ilmunya bermanfaat ya 🙂20140711-230908-83348721.jpgThank you very berry much guys, you made my day!!!20140711-231050-83450830.jpg

Si Kecil jadi Tukang Insinyur

Katanya, semua orang punya cobaan wisuda nya masing-masing. Ah, gue sih enggak percaya sama yang kaya gitu. Sampai akhirnya, dua hari lalu, Jumat 5 April 2013, gue pun merasakan bahwa cobaan wisuda itu ternyata memang ada.

Dari mulai masuk angin dan muntah-muntah menjelang wisuda. Ga bisa ngambil undangan wisuda karena masih di Jakarta sampai akhirnya dibikinin surat kuasa palsu sama Afne. Tiba di Bandung pas-pasan dan telat dateng Wisnite. Lalu di Hari H, si mba makeup salon dateng telat dan ngedandanin dengan buru-buru plus super ngasal yang berhasil bikin gue jadi bete banget. Sampai di Sabuga kehujanan sedikit. Rasanya hari itu gue ga pengen diwisuda aja. Kesel dengan apa yang terjadi pagi itu menjelang hari yang udah gue nanti sekian lama. Tapi ternyata semuanya berubah ketikaaa sidang terbuka dimulai.

Ya, akhirnya gue diwisuda. Melafalkan janji wisudawan ITB, yang bahkan sekarang gue udah ga inget isinya apa 😀 Bisa salaman sama rektor, dekan, dan kaprodi. Dikasih puisi yang bikin terharu banget dari Papa karena akhirnya bungsu Papa lulus juga. Lalu ternyata pas selesai sidang terbuka, temen-temen dateng dan ngasih hadiah begitu banyaknya. Arak-arakan pun rame, massa himpunan yang dateng banyak banget. Gue udah lupa jadinya sama makeup wisuda yang ga seperfect yang gue inginkan, kalau jilbab gue pun udah berantakan. Bahagia banget ngeliat wajah-wajah familiar dan ucapan dan pelukan dan senyuman dan hadiah dari semua orang hari itu.

Oh begini rasanya diwisuda… Cuma bisa senyum dan bersyukur because finally it happened to me. April 6th was totally mine!20130406222916746-1Terima kasih banyak semuanya~

See you later, Bandung!

In a few days, I’ll be leaving Bandung for good. Kota yang selama 4,5 tahun ini menyimpan sejuta cerita dan kenangan masa muda :’)

Rasanya antara percaya nggak percaya. Kurang dari satu bulan semua terjadi begitu cepatnya. Dari mulai Seminar, terus Sidang satu minggu setelahnya, and voila sekarang tiba waktunya to pack my bags and leave this city immediately (versi ANTM).

Oh, how I’m gonna miss this city very much. Bandung, kota dingin yang tapi dinginnya bikin tidur gue begitu nyenyak setiap malam. Kota kecil, yang kemana-mana deket dan terjangkau dengan angkot. Akan segitu kangennya pasti sama rutinitas ngejar travel dari Jatiwaringin ke Bandung. Akan kangen dengan masa-masa kuliah. Jalan Ganeca 10. Gerbang Ganeca. Jam Gadang. Nongkrong di CC lantaran belum punya himpunan pas TPB dulu. Makan di Kantin Borju atau GKU Barat. Terus pas mulai masuk TL, mulai familiar dengan sisi lain kampus. Jalan di Parkiran SR, kantin Bang Ed, Musbun, Amfi Arsi, semuanya. Himpunan, TU, lab B3. Pergi ninggalin Bandung kali ini rasanya berat banget…kayak pergi untuk move on dengan hal lain lagi dalam hidup gue.

And tonite was the last nite, bisa pergi sama Afne seharian ngelilingin Bandung as a Bandung resident. Weekend ini gue akan resmi move out of this town. Afne pun akan balik kerja lagi ke antah berantah jauh dari peradaban. Dan saat dia pulang lagi, entah akan bisa berjumpa dimana dan gimana 🙁 Tomorrow is another day. Gue akan mulai packing lagi dan bener-bener ngosongin kamar. Bye bye, Kanayakan Baru No. 1. Terima kasih ya, sudah menjadi tempat paling nyaman seantero Bandung selama ini. Sudah memberikan tempat belajar bareng yang segitu nyamannya selama di TL dari mulai uts, uas, sampai nyelesain tugas akhir.

I’ll see you when I see you, Bandung 🙂Collage 2013-01-26 12_38_00

Akhirnya!

It’s been a while since my last post. Rasanya hidup cuma sekitaran TU, ruang dosen, dan laptop. Ga punya banyak waktu buat hal-hal lain.

And finally, I got the title. Yaa, setelah melewati dua jam berdarah-darah dibombardir pertanyaan, akhirnyaaa, akhirnya dinyatakan lulus jugak. Walaupun masih ada revisi, tapi semua ini rasanya worth it.

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Terima kasih banyak untuk semua yg udah pernah direpotin perihal tugas akhir ini, untuk semua yg udah selalu ngedoain dan semangatin. Makasih juga ucapan selamat dan semua hadiahnya.

Alhamdulillah 🙂20130119_112946.jpg

These few months, I’ve spent all of my times, my energy, my money, my every tears, and even every thoughts at nights on this final research. Menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop, sampe mager mau makan, mau pipis, mau tidur, pokonya kalo udah ngerjain TA di depan laptop gue serasa punya dunia sendiri. Berbulan-bulan ini, semua kerja keras dan pikiran dan keringat gue curahin buat TA, with a little wonder, akankah semua ini selesai, bisa ga gue selesain semua ini sebelum gue dengan terpaksa menambah satu semester lagi di kampus gue tercinta ini. Sampai akhirnya, semua doa dan kerja keras pun disambut Tuhan, akhirnya gue dan teman-teman yang senasib dan sepenanggungan dibolehin untuk ngelaksanain Seminar Tugas Akhir diluar periode seharusnya. Walaupun baru seminar, tapi rasa lega dan syukur yang gue rasain ini segitunya… Akhirnya, tanda tangan dosen pembimbing pun ditorehkan di lembar pernyataan sudah selesai 80% itu. Akhirnya, gue udah mulai bisa ngebayangin akan pake baju dan sepatu apa buat seminar nanti. Dan akhirnya, gue bisa selangkah lagi menuju Sidang Tugas Akhir dan perjuangan sejak Januari lalu pun insya allah akan terbayar di Januari 2013 nanti. Dan artinya juga, semua usaha harus dua kali lipat lagi dikeluarinnya buat nyelesain semua revisi dan mempersiapkan segala sesuatunya supaya lebih baik.

All this time, everything seems so blurry for me. And finally, now I can see it’s coming…

Bismillah, bismillah, Tuhan memang benar-benar bersama mahasiswa tingkat akhir!

Life is a bit rough these days. I’m back on the track again. Struggling and getting holes in my heart, ups, I mean, on my jeans, shirt, dan jas lab akibat asam. Dan yes of course, bagian tersulit itu adalah untuk memulai semuanya dari awal lagi. Ngedit laporan, dan merangkai kata untuk nyelesainnya itu yang paling susah untuk dimulai. Kayak sekarang sih, seharusnya gue ngerjain TA, yah tapi apa daya, lagi capek dan stuck juga. This page is more interesting daripada buka tab baru buat nambahin referensi. Ga mood banget buat ngapa-ngapain. Huft. Dear November, please bring the positive energy for me… :'(