Final is Here!!!

Dan sampailah kita di penghujung semester dua perkuliahan master yang super singkat tetapi sungguh padat ini. Setelah beberapa bulan belakangan gue membiarkan diri gue terdistraksi lantaran hati dan otak sedang asyik sendiri dengan si dia yang jauh disana, sekarang waktunya buat gue kembali ke realita lagi. Waktunya kembali being present 100% so I can win my own battle di kota tercinta ini.

I’ve been revising for weeksss karena semester ini ketiga modul yang gue ambil ada exam nya. Beda sama semester kemarin yang dari tiga modul cuma satu yang mesti exam, dan sisanya cuma nge-essay. So, I have no choice, havent I?

Sebelum berangkat dan mulai sekolah kemarin, yang gue khawatirin perihal kuliah cuma satu, gue bakal punya temen belajar bareng atau ngga buat ujian karena udah kebiasa punya geng belajar pas jaman S1 dulu. Gue paling ngga bisa belajar sendiri karena gampang banget ke-distract nya, ga deng, karena gue basically emang oon jadi butuh temen belajar buat ditanya-tanyain. Well, lucky me, now I have those two yang selalu ada setiap saat buat belajar bareng–yang selalu ada buat struggling ngehabisin waktu hampir satu jam sendiri keliling perpus buat cari seat kosong untuk menampung the three of us dan stay sampai jam 2 pagi, sampai akhirnya kita menyerah rebutan meja sama undergrads dan memilih untuk belajar di flat aja. Beruntungnya lagi, kita bertiga satu flat dan cuma beda blok, jadi bisa ganti-gantian pakai kitchen masing-masing atau bahkan lebih nyaman lagi, bisa sewa common room utama di resepsionis. Finals week bikin jadwal tidur jadi ngga jelas, apalagi makan. Makan sekitar jam 2 atau 3 pagi sebelum tidur pun jadi hal yang sudah biasa.

Dan sekarang, minggu pertama udah selesai. Hamdallah. Dua ujian sudah terlewati, walaupun yang satu pas ngerjain cuma bisa mengarang bebas karena rasanya ngga satu pun materi yang kita pelajarin keluar di ujian! Alhasil, gue cuma bisa nangis bombay begitu sampai di kamar selesai ujian tadi. Masih ada satu modul lagi dan gue punya the whole week buat revision. Semoga ini beneran jadi the very last exam ya, dan no resit or retake my dear lord, help me pleaseee.

Oke, cukup sekian ranting gue dini pagi hari kali ini. Cukup refreshed dan recharged bisa nulis dan kabur dari lectures notes untuk sesaat. Anyway, sampai sekarang gue masih gagal paham sih, kenapa kok kalau meracau yang negatif-negatif gini jari gue lancar banget ngetiknya ya? Tapi kalau pas lagi happy ngets, I stutter–dan ujung-ujungnya postingannya cuma numpuk di draft tanpa pernah berhasil masuk ke-published page. Lol. Dan ya, seperti postingan mengeluh lainnya, nanti juga ada saatnya ini post berakhir di trash.

It just takes some time
Little girl, you’re in the middle of the ride
Everything, everything will be just fine
Everything, everything will be all right

Halfway to go baby, September sebentar lageee~

Well, this is what happens when the finals are coming and the deadline for dissertation progress is approaching: gue stres dan panik dan akhirnya malah give up dan memilih ngerjain hal lain yang jauh lebih menyenangkan alias meracau di blog karena ga bisa tidur.

Ga terasa banget, tau-tau sebentar lagi sekolah selesai. Perasaan baru kemaren resign dan diajak makan siang sekantor di Jun Njan dan bisa foto bareng Pak Dir yang sekarang udah kembali ke rumah tuhan 🙁 Dan setelah gue pikir-pikir juga, kenapa ya kok momen selama gue kerja di Pokja kemaren ga ada yang terabadikan sama sekali disini? Padahal itu salah satu momen favourite gue selama di dunia kerja. Ya gimana engga, baru seminggu masuk kerja, gue langsung disuruh ikut dinas dan setelahnya hampir setiap minggu selalu nonstop hits jet setting (ga deng, ga nyampe pake jet juga, emangnya eik Kendall Jenner) from one place to another sampai bosen sama menu sarapan hotel dan super malas packing dan unpack setelahnya—karena toh minggu depan juga paling disuruh dinas lagi.

Gini nih, stres sama sekolah, terus jadi reminiscing akan momen-momen indah di kantor. Kangen bisa curi-curi main ke pantai dan jalan-jalan sembari dinas, nitip dibeliin cemilan-cemilan sore dan jajanan enak di sekitaran Menteng, dan berantem ataupun bergosip sama Mas Afgan/Vino/Fachri Albar (slash apapun tergantung mood doi hari itu lagi kepengen dipanggil siapa) setiap hari. Bahkan ditumbalin untuk membujuk rayu Pak IF pun aku rindu—karena si Bapak suka cranky sama yang lain tapi kalau sama gue doi ga tega lihat muka gue yang melas katanya. Semoga aja nanti pas balik, bisa dapet kerjaan yang minimal ambience nya bisa bikin sehappy kemaren dan peningkatan di aspek lainnya yah…

Until then, dinikmati dulu aja sisa waktunya buat belajar dan begadang dan to witness UK weather yang labil—terutama kemarin ketika four seasons terjadi dalam satu hari. Well, you’re gonna miss it, Nad~

This is mad, man. I didnt come to England to die!

Said one of my coursemates when all we gotta do were essay-ing and library-ing all daaay. We do need to have a life~~~

It was taken that Sunday, when the winter break was about to start. Strolling around the old town like a happy kid.

And here I am, kissing this Sunday a goodbye, curling up under the blanket in my room with a laptop on my lap trying to finish up all the deadlines, before school officially starts again tomorrow…

It’s either me or you ya yang being beaten semester 2 besok. Harus survive ya, Nad!

Wont survive the exam without these two! May all those sleepless nights be paid off. Semoga semua malam-malam yang penuh dengan segala camilan ga sehat itu berbuah manis pas buka blackboard nanti. Aamiin, aamiin. #btwinibukangacamerareadytapirichieemanggakompakajaposenya #wmajodahsuperngantukgakuatmeleklagi

Been disconnected to the outside world for the last two weeks. It’s because of that one coursework which the lecturer promised you would be easy and just gonna take few hours, but it turned out destroying your entire life. I trusted you, Prof, how could youuu~

Never in my existence that I have imagined I would spend day(s) in the library, even until they’re closing. That’s what we’ve been doing, literally. If there is one thing that I learnt from grad school is, when one library is closed, the other one is still open. And if that one is closing too, dont worry hun, clusters are always open for 24 hours. We’re so damned yesterday, the deadline was due on 12 pm, and at 3 am the whole class were frustrated cause none of us was nearly finished… I submitted the work at 10 am, went back to my flat, and could finally be able to sleep. I’ve missed my bed, so so so bad.

O my god, it’s the end of semester one already. Nobody said it was easy, no one ever said it would be this hard~ just wishing all the best for the rest of the school year.