I: W ikhlas banget doi ma yang ini sumpe

I: Iyaa gabisa dicela. Ga kayak yang satu lagi nih yang kita omongin. Gabisa ga dicela

I: Hahaha kok asu mulutnya

This kind of conversation is making me happy. Sebatas bisa nyinyir sama temen yang ga akan ngejudge dan sefrekuensi. Duh kangen…

H : Is that him? The one who was waiting for you at the gate this morning, grinning when he saw your face?

M : Yes, why? And anyway, he’s just like that. He’s always smiling.

H : Shit man, he likes you.

M : Of course not. Why would you say that? He has a girlfriend you know.

H : In here? Or back at home?

M : Back at home.

H : See? Long distance relationship is just not working. That’s why.

M : No, we’re friends. Best friends.

H : There’s no such things. Look, I dont know how it works in your country, but in here, when a boy always tries to help and protect you, he definitely likes you.

M : No. We’re just friends. That’s it.

H : When I want to learn about that kind of friendship, I’ll go to your country, yeah?

M : Shut up. It’s true we’re friends. It’s genuine. Not every guy wants to bang every girl they meet you know.

H : Well, at least for me.

M : And the good thing is he’s not youuu.

H : I tell you what, boys won’t be friends with you if they’re not interested with you in the first place.

I care less about him cause I can assure that we’re just friends. I’m just curious to know of how you think of me now.

And then he flashed a smile at me, shook his head, left me speechless.

Habis videocall sama Mama yang baru belajar ngomong lagi. Begitu lihat muka gue di layar, Mama langsung nyanyi Mother How Are You Today–terakhir gue pulang kemarin waktu Mama masih belum bisa ngomong, emang gue play lagu itu lalu si Mama angguk-angguk sambil sedih. Tapi tadi, tadi Mama sampai nangis. Ya alhasil gue ikutan mewek pun…

Kemudian disela-sela obrolan, si Mama tiba-tiba nyeletuk.

M : Kalau Rani orangnya apik.

I : Kalau Inad orangnya apa, Ma?

M : Nekat.

I : Terus kalau Iqbal?

Tiba-tiba Mama sumringah dan senyum-senyum sendiri,

M : Kalau Iqbal orangnya sayang sama Mama.

Ga lagi laen, emang kalau anak kesayangan sih mau lagi sakit dan sadar ga sadar gitu tetep aja paling diinget… But this is more than just enough. This is the miracle that we’ve all been hoping for. Alhamdulillah, terima kasih ya Tuhan.

Lagi videocall sama keponakan kesayangan.

A : Tante kemana? Kok nggak pulang-pulang ke rumah Andung?

I : Tante lagi sekolah, jadi nggak pulang.

A : Kenapa kok sekolah? Kayak anak-anak? Kan yang sekolah Aka, masih anak-anak

Duuuh, kangen banget sama bocah sotoy ini. I miss my babies…

img_9887

Mulut Cabe

B : Lo jangan jahat-jahat sama doi

I : Enggaklah, gue baik banget gini. Gue baikin malah. Abis nggak tega liat mukanya

B : Kenapa emang?

I : Iya mukanya sedih, minta dikasianin gitu

B : Mukanya jelek anjir, minta dikatain

Astaga, cabe banget mulutnya emang anak yang satu ini. Ngakak.

I : Kau di bandara ya?

N : Iya. Kau juga?

I : Iya, temu dooong. Bentar. Dimananya?

N : Aku dekat gerai ATM

I : Gerai ATM mana? Terminal berapa?

N : Loh, emang taunya darimana sih? Nggak ada tulisannya, ah, perasaan

I : Masa sih? Ada mestinya loh. Kau yang kesini deh kalo nggak?

N : Kau dimana emangnya?

I : Terminal 2 ya

N : Haishhh, kau di Soetta yaaa? Aku di Halim… Bhayyy!

Terus gue langsung meledak nggak berhenti ketawa. Ya pantes aja sih daritadi doi bingung nggak ada keterangan terminal berapanya…

Dari Kaki ke Hati

I : Gue masalahnya gabisa tidur. Kelingking gue cenat cenut nyet. Anjir sakit banget

I : Haha lucu juga

I : Apa yang lucu?

I : Itu

I : Kaki gue?

I : Iyah

I : Sakit malah dibilang lucu

I : Abisan haha gabisa tidur gara-gara kelingking cenat cenut. Cemana

I : Serius. Dingin kaki gue. Huhu

I : Mending kaki yang dingin

I : Daripada?

I : Hati. Kriuk.

I : Hahaha

Begitulah ya. Wanita yang sakit hatinya, ketika diajak berbicara akan selalu berakhir pada pembicaraan tentang hatinya yang sakit. And btw, walaupun sama-sama berinisial I, tapi dialog ini antara dua orang yang berbeda kok. Nah loh, bingung kan lo siapa yang ngomong apa? Sama gue juga bingung. Haha.