Back where I belong. Arrived safe and sound at home…

Setelah hampir sebulanĀ kebelakangĀ I’ve felt like living in motions, akhirnya bisa punya proper time buat contemplate dan merencanakan goals baru kedepan. Kemarin-kemarin rasanya secepet itu, disaat lagi puncak-puncaknya deadline tesis, lalu gue mesti packing dan pindahan dari flat tercinta. Numpang di tempat temen, beberes flat lagi supaya bobonya enak dan nyaman ditinggali karena si gue anaknya super rempi perihal kerapihan dan kebersihan. Terus, lanjut living out of cases dari satu kota ke kota lainnya, dua minggu non-stop—yang berujung muka gue kebakar karena ga bawa sunblock dan jempol kaki gue sampai memar karena jalan kakinya super ga santai. Walaupun begitu, rasanya super happy cos I rewarded myself with the gift(s) that (I think) I deserve (the trip included).

Sampai di rumah masih a bit overwhelmed sih dengan semua hal. Dari mulai ketemu keluarga—terutama Mama yang sampai hari ini kadang masih suka ga sadar dan kaget sendiri sampai jadi nangis kalau ngeliat muka gue, catching up sama temen-temen, bisa makan makanan-makanan penuh cita rasa yang sudah diidamkan sejak berbulan-bulan lalu, no cuci piring, stuck di jalan karena macet, kepanasan naik gojek, sampai hati w bergetar pas pertama kali denger adzan maghrib (call me exaggerating but it is so trueee). Those simple things.

Tapi dibalik all the fun ini, ada juga to-do lists yang sudah sekian lama gue pending dan sekarang sudah mendesak untuk segera diselesaikan. Well, we’ll see how things go from here. Dan sepertinya skill menulis gue pun mulai membusuq, so… disudahi saja dulu post ini dan update liburan akan menyusul.

#welcomehome #metkembalikerealitasis #mangatjadijobseekerlagi #halobekasi #walaupanastapikutetapluv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *