Ya beginilah nasib jadi anak bungsu plus menjadi anak satu-satunya yang belum menikah…

Malam hari raya, kok ya sempet-sempetnya ngeblog karena kesepian. Iya, kesepian (how sad!). Setelah semalam rumah rame banget karena habis buka puasa sekeluarga besar, dan dilanjut main monopoli sampai hampir tengah malem kek biasanya, dan Tata nginep di rumah sama dua krucils, dan tadi seharian lebaran keliling ke rumah sodara, sekarang tiba-tiba wus sepi lagi. Tata balik ke rumahnya karena besok mudik ke Bandung dan Kak Rani lebaran ke rumah mertuanya. Tinggal lah aku dan si Ruby yang selalu setia menemani.

Ya tapi biar gimana juga, tetep seneng dan selalu bersyukur karena alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat ngelewatin Idul Fitri sama orang-orang terkasih dan tersayang. Dan tentunya nggak ada satu pun yang berani-beraninya melontarkan pertanyaan yang menjengkelkan itu–if you know what I mean. Dan alhamdulillah nya lagi, walaupun tahun ini mesti turun kasta jadi fakir THR lagi karena udah nggak berstatus karyawan, tapi hasilnya ya tetep bisa dibilang memuaskan lah. HAHA! Selalu ada yang bisa disyukuri setiap harinya, alhamdulillah ya! Always a good day with them.

Selamat Idul Fitri 1437 H dari Keluarga Djainah Lapau. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

IMG_9206

#inademanghobibangetnyeragaminorang #mintaseragamanlebaranwarnabiru #yadariwarnanyajugaudahjelasbangetsiapayangmenginisiasi #yawalaupungasemuabisaseragamansih #yaudahlahya #namanyajugausaha

Harta yang paling berharga adalah keluarga… *OST Keluarga Cemara playing in the background 😀

 

3 thoughts on “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *